Cara Setting Auto Reboot Saat Kernel Panic

  • Posted on: 8 August 2016
  • By: webadmin

Linux dibanggakan karena tidak ada Blue Screen seperti yang terjadi pada Windows. Sebenarnya ini cuma trik saja, pada Linux juga terjadi "blue screen" hanya saja namanya beda, di Linux disebut "kernel panic". Jika terjadi kernel panic maka otomatis komputer hang.

 

Tetapi sama halnya di Windows, anda bisa mengatur apa yang harus dilakukan jika terjadi kernel panic. Salah satunya adalah auto reboot, sehingga server bisa langsung dipakai kembali.

Caranya edit file /etc/sysctl.conf dan tambahkan baris:

Proxmox 4.2: Perubahan Layout Data! Thin-provisioned Volume (Thin-LVM)

  • Posted on: 9 July 2016
  • By: webadmin

Pengguna Proxmox 4.2 umumnya terkejut karena tidak adanya lagi single LVM mount /var/lib/vz, yang muncul adalah local dan local-lvm. Di mana local dan local-lvm merupakan 2 partisi terpisah, sehingga anda tidak dapat memanfaatkan 100% sisa disk. Pada pengguna HDD tidak akan ada masalah mengingat kapasitas yang besar, tetapi jika anda menggunakan SSD 120 GB maka sekitar 50 GB menjadi local partisi dan 70 GB local-lvm partisi (sehingga tidak bisa memanfaat 100 GB untuk VPS secara real). Selain itu thin-lvm hanya dapat dipakai untuk Images dan Containers.

Mengatasi: ZFS cannot mount '/dpool': directory is not empty

  • Posted on: 1 May 2016
  • By: webadmin

Proxmox 4 salah satu kelebihannya adalah menyertakan ZFS, sebuah File System yang luar biasa cepat. Dengan ZFS ini pula maka pembuatan Software RAID sangat mudah, bahkan saat install awal Proxmox sudah ada pilihan RAID menggunakan ZFS. Hari ini salah satu Client saya mengalami masalah saat servernya Restart muncul error: cannot mount '/dpool': directory is not empty.

Jika dilihat isi folder /dpool adalah struktur folder data untuk Proxmox, jadi memang tidak kosong.

Cara mengatasinya cukup mudah, tetapi harus manual ssh dengan command:

# zfs mount -O -a

Tags: 

Penambahan Router MIkrotik Pada Server Proxmox

  • Posted on: 21 April 2016
  • By: webadmin

Proxmox sejak versi 3.3 sudah include Firewall tetapi hanya menyertakan fitur basic. Pada server Proxmox yang terdiri atas VPS dengan IP Public (atau IP local dengan teknik Port Forwarding) atau kebutuhan critical maka perlu ada tambahan firewall sebelum akses ke Server Proxmox.

Salah satunya Mikrotik, sebuah router yang ringkas dan murah harganya.

Bagaimana cara cepat menambahkan semua IP VPS dalam subnet tertentu secara cepat? Misal IP 192.168.88.100 sampai 199, ada 100 IP tentu memakai cara copy memakan waktu.

Berikuti ini script mudahnya:

Declustering Proxmox

  • Posted on: 12 April 2016
  • By: webadmin

Cluster adalah salah satu fitur unggulan Proxmox. Namun ada kalanya anggota cluster tidak aktif semua (misalnya karena Server tersebut sudah tidak terpakai lagi) sehingga diperlukan untuk membuang semua anggota agar Server menjadi stand-alone. Membiarkan Server dalam kondisi Cluster padahal semua anggotanya tidak ada akan menyebabkan proses Start Up lebih lama dan kompleksitas pada konfigurasi (terutama jika terjadi troubleshooting).

Untuk melakukan Declustering Proxmox sbb:

Traffic Shaping: Membatasi Kecepatan Container OpenVZ di Proxmox

  • Posted on: 18 October 2015
  • By: webadmin

Sejak Proxmox 4.0 tidak lagi memakai OpenVZ melainkan LXC maka pengembangan OpenVZ di Proxmox otomatis tidak ada lagi. Fitu-fitur baru ditambahkan di LXC bukan di OpenVZ. Salah satu fitur penting yang belum ada di OpenVZ adalah membatasi kecepatan bandwidth Containet (CT) seperti yang sudah ada di Virtual Machine (VM) Qemu. Padahal tools yang dipakai VM adalah tc (traffic controls) yang dapat juga diterapkan untuk CT.

Pages